Selamat datang di dunia saiaa

Silahkan lirik,,^0^"
lalu mulailaah berbagie dengan saya..

Tersndiri

Tersndiri

Selasa, 02 Oktober 2012

Diagram Swan


Swan Diagram
Diagram swan yang dikembangkan oleh Trevor W. Swan (1955) menunjukkan keseimbangan fundamental ekonomi makro internal dan eksternal.  Diagram swan ini digunakan untuk mengevaluasi perubahan ekonomi yang dihasilkan dari kebijakan yang mempengaruhi pengeluaran domestic atau relative permintaan untuk barang-barang asing dan domestic.

(Gambar diagram swan)

Pada diagram, menunjukkan sumbu horizontal adalah jumlah real domestic absorption, dimana adalah penjumlahan anata konsumsi, investasi, dan pengeluaran pemerintah. Sumbu fertikal menunjukkan nilai tukar riil, yang menunjukkan adanya peningkatan depresiasi riil yang dampaknya pada perbaikan persaingan internasional.
IB menunjukkan kombinasi nilai tukar dan domestic absorption, yang menunjukkan perekonomian berada pada keseimbangan internal dan posisi perekonomian berada pada fullemployment dan kestabilan harga dalam negri. Kemiringan negative (menurun) yang ditunjukkan olh kurva IB disebabkan oleh apresiasi nilai tukar dapat menurunkan ekspor dan meningkatkan impor. Maka untuk mempertahankan posisi tersebut, perlu mempertahankan sector domestic. Sebelah kanan kurva IB menunjukkan tekanan inflasi, hal tersebut disebabkan oleh pengeluaran domestic lebih besar dari pada yang dibutuhkan didalam mempertahankan fullemployment. Sebelah kiri IB menunjukkan deflasi, disebabkan oleh pengeluaran yang terlalu besar dari pada yang dibutuhkan.
Kurva EB juga menunjukkan kombinasi antara nilai tukar dan domestic absorption, yang menunjukkan perekonomian berada pada posisi keseimbangan eksternal, yaitu keseimbangan current account. Bentuk kemiringan kurvanya adalah positif, yang disebabkan depresiasi nilai tukar dapat mendorong ekspor dan sebaliknya, menurunkan impor. Cara mengatasi surplus pada current account, pengeluaran dalam sector domestic perlu ditingkatkan. Disebelah kanan EB, menunjukkan pengeluaran domestic lebih tinggi dalam mencapai current account, akibatnya current account menjadi deficit. Sebaliknya disebelah kiri EB, menunjukkan current account yang surplus.


                     (Gambar Diagram Swan)
Dua garis tersebut, mewakili masing-masing sisi internal dan eksternal.keseimbangan pada sumbu yang ditunjukkan pada gambar mewakili biaya domestic relative dan fiscal. Kedua instrument sama-sama dibutuhkan agar tujuan dapat tercapai. 

( Dari berbagai sumber)

Jumat, 11 Mei 2012

"MAYA"

Jemari bisu, beralas kabut, pengap udara malam, lalu lalang sedu sedan, gumpalan kabut rokok, secangkir lemon tea kaku, bicara kata-demi kata, mengecap,merasa, memandang fana. rindu pada haluan, tebalnya kabut-perihnya langkah-peluh becucuran-haus dahaga- hingga sampai puncak. kaku, mengiba, pesimis, hingga meronta-ronta "Bebaskan!!" lepas, bebas, terbang,kepakkan sayap, dan... jatuh.. fyuuuuunggg.... "gudbrakk!!!!" darah, senyum jadi haru,hancur dan terpecah belah. lepas dan bebas yg ada malah jd berdera!! lelah sendu sepi parau lupa bisu pejam tumpul dan.. rindu tak ber-tuan. semua ternyata "MAYA" 12May12

Jumat, 04 Mei 2012

The permanent Income Hypothesis

The permanent Income Hypothesis Milton Friedman (1957) menjelaskan perilaku konsumsi dengan menggunakan hipotesis pendapatan permanen (permanent income hypothesis), atau disingkat dengan PIH. Friedman mengatakan bahwa pendapatan itu digolongkan menjadi dua, yaitu pendapatan permanen (permanent income) dan pendapatan sementara (transitory income). • Pendapatan permanen adalah pendapatan atau kekayaan yang sifatnya tetap, yang diharapkan orang untuk terus bertahan dimasa depan, (pendapatan rata-rata). • Pendapatan transitoris atau sementara adalah bagian dari pendapatan yang tidak diharapkan untuk terus bertahan dan tidak bisa diperkirakan sebelumnya, (pendapatan tidak tetap atau berfluktuasi). Dalam hal ini, (pendapata permanen) konsumen atau seseorang berusaha untuk mempertahankan standar hidup yang cukup constant. Pendapatan permanen ini adalah pendapatan rata-rata dalam masa jangka panjang, yang diperoleh dari Human dan Non Human Wealth. • Human Wealth merupakan pendapatan yang diperoleh dari keterampilan ataupun dari keahlian seseorang. Berupa gaji, upah, dan lain-lain. • Non Human Wealth merupakan pendapatan yang berasal dari harta kewenangan dan harta tetap. Berupa deviden dari saham atau coupon rate dari obligasi. Friedman berpandangan bahwa pendapatan sekarang (Y) merupakan penjumlahan dari dua unsur yaitu Pendapatan Permanen (Yp) dan Pendapatan Transitory (Yt). secara sistematis dapat ditulis : (3.1) Y = yp + yt Contoh dari pendapatan Permanen dan Transitoris :  Seorang pegawai yang bekerja dengan jabatan tertentu, menerima pendapatan, gaji atau upah tetap yang jumlahnya relative sama setiap bulannya (Pendapatan Permanen). Dan pegawai tersebut bekerja lembur atau memperoleh komisi dari proyek lain yang dikerjakannya (Pendapatan Transitoris). Pandangan Friedman dalam HIP, konsumsi itu dipengaruhi oleh pendapatan jangka panjang. Tingkat konsumsi seseorang ditentukan oleh pendapatan permanent dan memiliki hubungan yang proporsional. Friedman memberikan hipotesa persamaan : (2.6) cp = k(i,w,u)yp (3.1) y = yp + yt (3.2) c = cp + ct Yang mana pada persamaan (2.6) : Cp = konsumsi permanen Ct = konsumsi sementara K = angka konstan yang menunjukkan bagian pendapatan permanen yang dikonsumsi (0

Sabtu, 10 Desember 2011

PENGARUH PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN KAWASAN OBJEK PARIWISATA DI KOTA BENGKULU

PENGARUH PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN KAWASAN OBJEK PARIWISATA DI KOTA BENGKULU

Dian Lestari Siregar
Email :dlestarisiregar@yahoo.com


Abstrak
Pengembangan kawasan objek pariwisata di Kota Bengkulu belum seluruhnya berjalan dengan baik. Beberapa masalah yang dihadapi dalam proses pengembangan pariwisata seperti letak geografis yang terpencil, sarana transportasi terbatas, investasi yang kurang, dan kualitas SDM yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh partisipasi masyarakat terhadap pengembangan objek pariwisata serta mengidentifikasi faktor penyebab mundurnya pengembangan pariwisata di kota Bengkulu. Data yang digunakan dalam penelitian bersumber dari data primer, yang diperoleh langsung dari responden melalui proses wawancara, observasi awal, hingga pada pengisian kuisioner. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis regresi linier sederhana untuk menganalisis pengaruh partisipasi masyarakat terhadap pengembangan objek pariwisata. Hipotesa dari penelitian ini adalah partisipasi masyarakat berpengaruh dalam pengembangan kawasan objek pariwisata di Kota Bengkulu.
Kata kunci : kawasan pariwisata, partisipasi masyarakat


Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Pariwisata merupakan salah satu pemegang peranan penting dalam program penanggulangan kemiskinan. Negara-negara maju maupun Negara yang sedang berkembang sekalipun, mengandalkan potensi-potensi pariwisata sebagai sumber pemasukan devisa negaranya. Sebahagian besar Negara dengan populasi miskin menyatakan ketergantungannya kepada sektor pariwisata yang dimiliki. Walaupun pariwisata belum mampu untuk menghilangkan kemiskinan secara keseluruhan.
Pariwisata adalah suatu kegiatan yang secara langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat, sehingga membawa berbagai manfaat terhadap masyarakat setempat dan sekitarnya. Pariwisata memiliki banyak manfaat untuk masyarakat bahkan Negara. Manfaat tersebut berupa manfaat positif dan negative. Baik manfaat positif dan negative dapat dilihat dari segi ekonomi, sisial budaya, lingkungan hidup, nilai pergaulan dan ilmu pengetahuan, lapangan pekerjaan, serta politik.
Pariwisata yang diharapkan mampu untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat suatu daerah belum seluruhnya berjalan dengan mulus. Banyak beberapa permasalahan yang harus menjadi topik pembahasan pemerintah. Seperti letak geografis yang terpencil, sarana transportasi yang terbatas, kurang dukungan akan investasi yang efisien, kualitas SDM yang rendah,dan lain sebagainya. Pariwisata yang memiliki hubungan ketat dengan masyarakat mempengaruhi maju mundurnya pengembangan suatu objek pariwisata. SDM yang tidak memahami arti penting pariwisata serta kualitas yang rendah mempengaruhi proses pengembangan pariwisata suatu daerah. Maka pada penelitian ini, penulis tertarik untuk mengkaji sejauh mana partisipasi masyarakat disekitar daerah objek pariwisata, bisa mempengaruhi peningkatan pengembangan objek pariwisata di kota Bengkulu.

1.2 Identifikasi Masalah
Kota Bengkulu yang terletak di pesisir barat pulau Sumatera mempunyai potensi alam untuk dikembangkan menjadi kota pariwisata. Kota Bengkulu yang memiliki pantai yang sangat indah merupakan pantai terpanjang ke-dua di dunia. Bengkulu juga memiliki situs-situs purbakala seperti rumah Bung Karno, Rumah Fatmawati, kampung cina, Thomas Parr, Benteng Malborough, makam Sentot Ali Basa, serta mempunyai budaya khas yang seharusnya dapat menyedot wisatawan.
Potensi yang dimiliki oleh kawasan kota Bengkulu yang disadari oleh pemerintah daerah dijadikan sebagai kawasan wisata yang diharapkan mampu menyedot wisatawan lokal, wisatawan nasional, dan manca Negara. Sehingga pemasukan terhadap PAD daerah setempat dapat meningkat dengan lebih baik. Namun dari potensi yang ada, ternyata kondisi objek pariwisata di kota Bengkulu sangat memprihatinkan, akses infrastruktur menuju objek pariwisata yang rusak ditambah lagi dengan lemahnya sumber daya mausia (SDM) dan redahnya komitmen pemerintah menyebabkan pariwisata tidak berkembang.
Dalam proses pengembangan pariwisata termasuk didalamnya masyarakat, masyarakat yang kurang ambil dalam berpartisipasi dalam meningkatkan pariwisata Bengkulu menjadikan dampak yang negative pada kawasan yang dibangun sebagai objek kunjungan pariwisata. Masyarakat yang tidak memiliki kesiapan, seperti dalam menerima pembangunan dan pengembangan pariwisata, komitmen masyarakat dalam pembangunan khususnya pembangunan dan pengembangan pariwisata, peran serta dan partisipasi, semua aspek tersebut kurang dimiliki oleh masyarakat Bengkulu.
Dalam penelitian ini peneliti memfokuskan kajian terhadap pengaruh partisipasi masyarakat dalam ambil alih terhadap pengembangan objek pariwisata yang dimiliki oleh Kota Bengkulu. Sehingga permasalahan dalam pengembangan pariwisata dapat diminimalisir, sumber PAD dapat meingkatkan volumenya, objek pariwisata jadi lebih aman dan nyaman, infrastruktur terawat lebih baik, alur perekonomian masyarakat meningkat, lapangan pekerjaan tersedia lebih luas,serta kecerdasa masyarakatpun dapat terlatih dengan lebih baik.

1.2.1 Permasalahan
Faktor-faktor yang menjadikan pariwisata Bengkulu menjadi sulit untuk berkembang dan meneliti pengaruh partisipasi masyarakat dalam proses pengembangan objek pariwisata di Kota Bengkulu.

1.3 Tujuan Penelitian
Mengetahui bagaimana pengaruh partisipasi masyarakat terhadap pengembangan objek pariwisata di Kota Bengkulu.

1.4 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Sebagai bahan referensi penelitian selanjutnya dengan topik yang sejenis
2. Sebagai gambaran mengenai pengaruh adanya partisipasi masyarakat terhadap pengenbangan kawasan objek pariwisata bagi pembaca.

1.5 Defenisi-defenisi
Defenisi-defenisi dalam penelitian ini adalah :
1. Partisipasi Masyarakat adalah keikutsertaan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanan, pemanfaatan hasil dan evaluasi suatu program pembanguna dalam hal ini adalah pengembangan objek pariwisata.
2. Pariwisata adalah kegiatan atau suatu perjalanan yang dilakukan orang untuk sementara waktu, diselenggarakan dari satu tempat ke tempat lain, semata untuk memperoleh kenikmatan, mencari kepuasan, mengetahui sesuatu, ataupun memperbaiki kesehatan.
3. Objek Pariwisata adalah berupa potensi yang menjadi pendorong kehadiran wisatawan ke suatu daerah tujuan wisata.

1.6 Hipotesa
Hipotesa dari penelitian ini adalah partisipasi masyarakat berpengaruh dalam pengembangan kawasan objek pariwisata di Kota Bengkulu.

Turut Mimpi

kemarilah, aku bicarakan tentang mimpi esok.

mimpi yang dikonsep sedari dulu,dan kurang lebih stengahnya konsep dadakan.

mimpi yang sudah membutakanku,lelap hingga melumpuhkan logikaku.

hingga ku sahkan segala cara,melukai diri,meninggalkan kenangan setumpuk rajut terali.



jangan mengulang langkahku,

karna kau tak akan dapat mengulang yang telah lalu.

bahkan kau cari ke sudut paling sempit,atau kau tabur peluh,

tak bisa kau ulang,arus sudah membawa terlalu jauh..



seribu konsep dikepala untuk kembali

tapi cara apapun, tak akan bertepi.

terus melambung tinggi.

lelap,jauh oleh arus..

tak akan bertepi..tak akan bertepi.

-jangan turuti mimpiku**

Senin, 28 November 2011

Emosi Babu (kutaklukan gunung itu sendiri)

Aku pernah merencanakan untuk menaklukkan Gunung ini bersamamu. (dahulu..)
memulai dari kaki gunung, melewati jalan yang terjal, hawa yang berderu di paru-paru, embun tipis basah di pelipis pipi, sampai berpegang pada setiap akar pohon untuk sampai ke puncak yang tertinggi.

sekarang aku duduk di puncaknya yang tertinggi, langit begitu biru,kurasakan sdikit matahari menelusup masuk menyentuh wajahku, embun melembabkan jemariku. masih ku duduk tenang sambil menari-narikan pena di atas buku tipisku.

sedikit cerita, tadi aku terpeleset, beban di pundakku yang berat makin membawaku berguling ke tempat yang lebih rendah. beruntung ku gapai akar sebatang pohon. (dan)tenda sudah tegak berdiri, kopi sudah diseduh, tinggal kunikmati sambil menghayalkan kau pun duduk disampingku.

melagu-lagu yang biasa kita dendangkan-ramai..meski suara sumbang. menertawakan hal yang sebenarnya bukan sebuah lelucon, membicarakan mimpi-mimpi yang ingin (aku-kau) gapai esok, bahkan melafaskan kata yang tak pantas karna di buat patah hati oleh si sang kekasih.

gunung ini pasti bisa kau taklukkan sendiri, tapi kumimpikan gunung ini ingin ku taklukkan bersamamu.
kumimpikan berucap syukur pada Pencipta untuk sgala isi dunia (bersamamu).

senyum simpul, menyeduh kopi, ucap syukur, menikmati udara, memandang titik yang sama, mimpi, khayalan,diskusi basi, mimpi babu, ego dan tawa.
(ku tutup buku,ku letak pana)

dan, kutaklukan gunung ini sendiri.

Minggu, 09 Oktober 2011

Patah Hati??

Patah hati??
akan ku gambargan bagaimana itu rasanya patah hati.
awalnya tidak nafsu makan, tidak nafsu minum. pikiran melayang entah kemana. tatapan mata terasa kosong, hati terasa hambar tak berasa apa-apa. ingin rasanya menghancurkan semua yang ada di hadapan, tapi tidak berdaya.
tidur tapi tidak terasa tidur, seringkali terjaga di tengah malam karna teringat masa lalu.
tidak berniat untuk tersenyum apalagi tertawa. yang di butuhkan hanya orang yg bersedia meminjamkan telingany untuk di bagi keluh dan kesah.
yang di lakukan hanya memikirkan kesalahan apa yg telah membuat smw jd kelabu.
dan lebih menyakitkan lagi, ternyata orang yg selalu kita pikirkan tidak memikirkan kita se-dikitpun. padahal kita telah menghabiskan energi,waktu,pikiran,hati untuk memikirkannya.
itukah patah hati??